Jumat, 12 Juli 2013

0 asal usul band edane


EdanE

 ensiklopedia bebasEdanE adalah grup musik beraliran hard rock dan
 heavy metal Indonesia asal Jakarta yang mulai berkarya sejak tahun 1991. EdanE dikenal dengan permainan
 gitar edan dari Eet Sjahranie, personel motornya yang pernah sepanggung dengan musikus-musikus legendaris
 Indonesia seperti God BlessIwan Fals, dan Sawung Jabo.


Semula, Eet Sjahranie ditawari produser rekaman untuk menggarap proyek album solo rock. Dari beberapa nama
 yang diajukan, Eet memilih Ecky Lamoh. Eet sudah tertarik dengan warna vokal Ecky sejak sama-sama mengisi
 album Kharisma-nya Eki Soerkarno. Namun Eet ingin, format solo album diubah menjadi duo,
 dengan titel "E dan E", singkatan dari Ecky Lamoh dan Eet Sjahranie. Namun di tengah jalan mereka berdua 
malah membentuk grup band. Fajar Satritama dan Iwan Xaverius, yang sejak awal ikut merancang
 konsep album mereka, diajak bergabung. Berubahlah namanya menjadi EdanESejarahSaat terbentuk tahun 1991,
 EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satritama (drum).

Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, "The Beast" (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE,
 namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggantikan Ecky, Heri Batara menjadi vokalis utama 
dalam dua album Edane, "Jabrik" dan "Borneo" - namun dalam pengerjaan album "Borneo" Heri Batara sempat sakit dan
 digantikan oleh "Fatah Mardiko" untuk beberapa lagu dalam album tersebut. Setelah dua album tersebut,posisi Heri Batara 
diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx.

Pada pertengahan tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis, pada 9 Juli 2003 Trison
 mengundurkan diri dari EdanE, yang diikuti berita simpang siur mengenai pengunduran dirinya. Setelah Trison
 mengundurkan diri, EdanE mendapatkan vokalis baru, mantan anggota Razzle Band yaitu Robby Matulandi, yang
 biasa membawakan lagu-lagu dari Guns n Roses, grup musik rock asal Amerika Serikat. Dengan hadirnya Robby
 sebagai vokalis, EdanE kembali mengusung musik beraliran hard rock dengan menonjolkan kemampuan 
individual masing-masing personelnya di album mereka. Menurut Eet Sjahranie, pergantian vokalis ini sering
 terjadi karena sejak pembuatan album Borneo, di antara personel EdanE terdapat
 ketidakseimbangan dalam hal memenuhi tuntutan musik EdanE.
EdanE telah merilis tujuh album, antara lain The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 
170 Volts (2002), Time To Rock (2005) dan Edan (2010), dimana Album 9299 (Aquarius Musikindo) merupakan
 kompilasi lagu baru dan lagu lama, dengan lagu "Untuk Dunia", "Dengarkan Aku", dan "Rock On" yang menjadi 
hit single. Lagu lama yang masuk antara lain "Jabrik", "Ikuti" dan "Borneo" yang sarat dengan unsur etnik Dayak.

Karakter musik

Aliran musik EdanE adalah hard rock, walaupun Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Menurut Eet dan Fajar,

 proses penciptaan musik EdanE banyak bertolak dari rif-rif yang dimainkan di studio yang kemudian berkembang

 menjadi komposisi dan akhirnya lagu, inilah sebabnya penggarapan album EdanE selalu lama. Untuk satu album

 EdanE bisa menghabiskan lebih dari seratus shift, jumlah yang cukup banyak bagi grup musik lain.

Sejak dirintis tahun 1991, manajemen EdanE telah berpindah dari tangan ke tangan. Saat pertama terbentuk
 ditangani oleh Ali Akbar, kemudian pindah ke Jimmy Doto, lalu ke Aci, dan pernah pula ditangani sendiri.
 Saat ini manajemen EdanE dipegang oleh Heri Batara dengan Rock On Management-nya.
Group EdanE pernah menjalankan kontrak dengan Sony BMG. Setelah lepas, mereka bergabung dengan
 Log Management yang dipimpin oleh Log Zhelebour. Log Zhelebour telah mengenal Eet Sjahranie sejak tahun 1989
, pada saat Eet masih bergabung dengan grup musik God Bless dan menelurkan album "Raksasa" (1989) dan
 "Apa Kabar" (1997).

Formasi

Berikut adalah formasi EdanE yang pernah terjadi menurut kurun waktu:

EdanE I :
EdanE II :
EdanE III :
EdanE IV :
EdanE V :

Diskografi[sunting]

Album

The Beast (1992) - produser AIRO Records & EdanE, label AIRO

0 komentar:

Poskan Komentar